Generasi Muda Takkan Melupakan Sejarah
Kita semua
sadar mengenai apa itu sejarah, namun dalam faktanya kini sejarah mulai
dilupakan bahkan sering diabaikan keberadaannya. Tidak sedikit di antara kita
menganggap bahwa sejarah merupakan suatu hal yang tidak penting untuk diingat
kembali karena terkadang dapat menimbulkan trauma yang berarti dan sebagian
orang lainnya bahkan juga menganggap bahwa sejarah merupakan sesuatu yang tidak
lagi up-to-date atau ketinggalan jaman. Hal tersebut sungguh berbeda ketika
kita menjumpai sejarah bangsa Eropa dan Amerika yang justru sejarahnya sangat
dihargai karena bagi mereka sejarah dapat menyerap nilai-nilai positif yang ada
dalam karya sejarah.
Sejarah
dapat diartikan sebagai sebuah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi
pada masa lampau. Dalam konteks ini, sejarah yang akan dikupas lebih dalam lagi
ialah mengenai sejarah kebangsaan Indonesia. Sejarah diibaratkan seperti sebuah
kacamata dimana seseorang yang sebelumnya tidak dapat melihat dengan jelas,
setelah mengenakan kacamatanya ia pun akan dapat melihat dengan normal dan lantas
dapat beraktivitas sesuai keinginan dan harapannya tanpa hambatan. Sama hal nya
dengan sejarah, seseorang yang lupa mempelajari sejarah dalam hidupnya dapat
dipastikan ia tidak akan bisa merancang masa depan hidupnya, bahkan bangsanya
tidak dapat berjalan dengan semestinya. Sejarah benar-benar merupakan kekuatan
dahsyat dalam diri manusia atau sebuah negara yang hanya karena dipelajari,
manusia menjadi tahu kemana arah tujuan hidupnya dan melalui sejarah juga
seseorang terkadang akan berjuang sehidup semati untuk menumpas kegagalan yang
ia alami sebelumnya untuk menjadi sebuah keberhasilan di masa kini ataupun
nanti.
Berbicara
tentang sejarah mengingatkanku kepada semboyan yang pernah dilantangkan dengan
keras oleh Ir. Soekarno pada pidato terakhirnya yang disampaikan pada saat hari
kemerdekaan tahun 1966. Beliau mengatakan “Jas Merah”. “Jas Merah” bukanlah
sebuah benda atau bahkan sebuah pakaian berwarna merah, melainkan sebuah
akronim dari “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Ungkapan paling
bermakna yang terlahir untuk ditujukan kepada mereka yang suka melupakan
sejarah hidupnya, lupa akan orang-orang yang pernah berjasa dalam sejarah
hidupnya. “Jas Merah” bukan hanya sekedar asal ucap atau sekedar omongan
belaka, namun amat sangat diperuntukkan kepada generasi muda menjadikan
semboyan tersebut untuk memacu semangat juang mempertahankan kemerdekaan
Indonesia.
Kita semua
bahkan tahu, Indonesia belum seutuhnya merdeka atas jajahan, karena kekayaan
Indonesia sampai sekarang pun masih menjadi incaran negara lain. Generasi muda
yang lebih cerdas seiring kemajuan teknologi mengingatkan Ir. Soekarno akan
semboyan “Jas Merah”. Bahkan kecerdasan tidak cukup jika tidak diimbangi oleh
pertahanan jati diri bangsa. Generasi muda yang katanya mudah terombang-ambing
tersebut pun perlu diberikan asupan sejarah agar mampu mengetahui dan mengerti
jerih payah para pendahulu dalam membangun negeri, dengan begitu generasi muda
akan bersemangat meningkatkan jiwa patriotisme dan nasionalisme sehingga segala
bentuk perpecahan dapat diatasi. Oleh sebabnya kita pun tidak akan merasa asing
lagi ketika mendengar semboyan tersebut dilantangkan ketika mahasiswa sedang
turun ke jalan menyampaikan orasinya.
Petikan
kecil dari Ir. Soekarno yang hingga kini membekas di hati pemuda mengingatkan
kita semua akan pentingnya sejarah sebagai tonggak mengarungi bahtera hidup ini
dan juga sebagai motivator terbaik di kala kita merasa pasrah dan genting. Ada
yang mengatakan bahwa “bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai
sejarahnya”. Oleh karena itu jangan sekali-kali menganggap remeh sejarah,
karena tiap lembaran dan goresan tintanya memberikan kita banyak arti pelajaran
hidup serta evaluasi diri kita untuk menjadi lebih baik. Untuk tahu siapa diri kita dan mengapa
kita dilahirkan di Negara ini, janganlah melupakan siapa yang telah mendukung
dan mengangkat kita hingga dapat berdiri tegak seperti ini. Jadi, kenakanlah
selalu “Jas Merah” mu!

0 komentar :
Posting Komentar