Tokoh Terpandang Bidang Keperawatan dan Sejarah Singkat Keperawatan Profesional di Indonesia

Jumat, 29 Desember 2017

Tokoh Terpandang Bidang Keperawatan dan Sejarah Singkat Keperawatan Profesional di Indonesia


Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan (Undang-Undang Kesehatan No.23, 1992). Menurut Husein, seseorang dapat dikatakan profesional jika mereka memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan keperawatan profesional serta memiliki sikap profesional sesuai kode etik profesi. Hal tersebut dapat dibulatkan bahwa yang dikatakan keterampilan keperawatan tidak hanya dapat terampil melakukan prosedur keperawatan, namun juga mencakup keterampilan intelektual, interpersonal dan teknikal (Husein, 1994)
Adapun sejarah singkat mengenai keperawatan profesional di Indonesia. Dibagi menjadi beberapa masa, yakni masa sebelum kemerdekaan sampai ke masa setelah kemerdekaan termasuk sekarang ini. Berbagai masa telah dialami oleh sebagian rakyat dalam menerima keperawatan. Di masa penjajahan contohnya, di awal ketika Belanda dan Inggris masuk ke Indonesia, telah banyak usaha-usaha peningkatan kesehatan diabdikan untuk Indonesia. Seperti membentuk dinas-dinas kesehatan untuk tentara maupun rakyat, bahkan usaha pendirian rumah sakit juga telah dilakukan pada zaman itu. Dan seiring berjalannya waktu, seolah keperawatan telah berkembang dengan sendirinya, maka pencacaran umum, cara perawatan pasien gangguan jiwa, perhatian kesehatan akan perawatan para tawanan pun juga dilakukan. Sampai pada puncaknya di tahun 1819, didirikanlah beberapa rumah sakit di Jakarta, salah satu nya adalah Rumah Sakit Stadsverband di Glodok, Jakarta Barat. Rumah sakit ini dipindahkan ke Salemba pada tahun 1919 yang sekarang resmi menjadi RSCM.
Namun, tidak selamanya Indonesia berada di masa kejayaan. Kekalahan tentara sekutu dan kedatangan tentara Jepang tahun 1942-1945 menjadikan masa itu masa tergelap di dunia Keperawatan Indonesia. Berbeda dengan pekerjaan perawat pada masa penjajahan Belanda dan Inggris yang dikerjakan oleh perawat terdidik, sedangkan pada masa penjajahan Jepang tugas perawat dilakukan oleh bangsa Jepang itu sendiri, yang berakibat minimnya jumlah obat-obatan yang tersedia sehingga wabah penyakit timbul dimana-mana.
Selanjutnya, tidak terlalu banyak perkembangan di bidang keperawatan. Seiring berjalannya waktu juga sudah banyak perubahan dalam pelayanan, tempat, bahkan tenaga lulusan akademi keperawatan yang kini banyak diminati oleh rumah sakit. Hingga pada puncaknya muncul kesepakatan lokakarya nasional pada Januari 1983 tentang pengakuan dan diterimanya keberadaan keperawatan sebagai suatu profesi dan pendidikan berada pada pendidikan tinggi, maka pada tahun 1984, diberlakukanlah kurikulum nasional untuk D3 Keperawatan. Tahun 1985 awal di buka nya program S1 keperawatan di UI, dan tahun 1992 tahun penting bagi profesi keperawatan secara hukum keberadaan tenaga keperawatan sebagai profesi di akui dalam UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan.
Sejarah keperawatan tidak sekedar sampai di Indonesia saja. Namun pada zaman purbakala (Primitive Culture) dulu pun sistem keperawatan telah ada, sampai pada munculnya Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan yang berasal dari Inggris (1820) menjadikan profesi perawat mulai dipercaya banyak orang. Pada saat perang Crimean War, Florence ditunjuk oleh negara Inggris untuk menata asuhan keperawatan di RS Militer di Turki. Hal tersebut memberi peluang bagi Florence untuk meraih prestasi dan sekaligus meningkatkan status perawat.
Julukan nama Florence “ The Lady of the Lamp” kerap memunculkan perubahan besar dimana sekolah-sekolah perawat mulai bermunculan dan Florence membuka sekolah perawat modern pada kisaran tahun 1840 di Inggris. Konsep pendidikan Florence inilah yang pada akhirnya mempengaruhi pendidikan keperawatan di dunia.
Tokoh perawat profesional lainnya salah satunya adalah Prof. Dra. Hj Elly  Nurachmach, Skp, MApp Sc, DN Sc, merupakan seorang dekan FIK UI. Beliau adalah profesor pertama di Indonesia dalam bidang keperawatan, merupakan seorang Doktor Ilmu Keperawatan ( Keperawatan Onkologi ) Catholic University of America, Washington DC  tahun 1998. Seorang Master Keperawatan Medical Bedah juga di “The University of Sydney”, Australia tahun 1990.
Berawal dari mimpi bahwa perawat Indonesia harus bergelar sarjana dan melihat kenyataan bahwa pada tahun 1991 perawat bergelar sarjana hanya 3000 orang, dan 250 ribu perawat hanya bermodal pendidikan pas-pasan. Beliau berusaha mengatasi ketertinggalan dengan cara mendirikan Asosiasi Institusi Pendidikan Nurse Indonesia (AIPNI) pada tanggal 29 Juni 2001. Visi dari AIPNI adalah menjadi wadah institusi penyelenggara pendidikan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, pengembangan teknologi keperawatan melalui penyelenggaraan proses pendidikan Ners yang berwawasan global (PPNI, AIPNI, AIPDIKI, (n.d.)).
Pengaruh karyanya yang begitu besar membawa negara mampu dikenal dunia dengan prestasi yang unggul. Begitu menginspirasi generasi penerus untuk lebih mengukir karyanya dalam membangun bangsa ke arah kemajuan tentunya dalam bidang kesehatan ini. 

Daftar Pustaka

Dewi D. (n.d.). Sejarah keperawatan di dunia diawali pada zaman purbakala. Retrieved August 18, 2015, from: http://www.academia.edu/6280384/Sejarah_keperawatan_di_dunia_diawali_pada_zaman_purbakala
Gaffar,. L.O.J. (1999). Pengantar Keperawatan Profesional, Jakarta : EGC
Hidayat A. Aziz Alimul. 2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
Kutipan dari Naskah Akademik Pendidikan keperawatan Indonesia oleh PPNI,AIPNI,AIPDIKI dan dukungan dari Kemendiknas (Project HPEQ 2009-2015)
Nisya Rifiani dan Hartanti Sulihandari, (2013), Prinsip-Prinsip Dasar Keperawatan. Jakarta:  Dunia Cerdas.

0 komentar :

Posting Komentar