Busway Kenangan

Senin, 01 Januari 2018

Busway Kenangan



         Sejak ada busway, berangkat dan pulang sekolah bagi Zacky nggak lagi nyebelin. Meskipun tetep sering jejal-jejalan sama penumpang lain, tapi tetap adem karena ada AC dan ada pegangannya. Pasti dong Zacky seneng banget.
      Suatu pagi, antrean busway begitu penuh. Zacky berada di antara antrean itu. Tangannya memegang kedua pot tanaman (maklum mau praktikum biologi). Di depannya agak jauh terlihat sosok wanita berseragam SMA. Zacky penasaran dan ingin sekali mencari tahu siapa sebenarnya wanita berambut panjang itu.
        Setelah busway datang, berdesak-desakanlah Zacky di antara orang-orang itu agar bisa masuk, mengikuti wanita berambut panjang itu lebih tepatnya. Dan, sampailah ia dekat dengan sasarannya. Ia bisa masuk dan berdiri nggak jauh dari wanita itu. Zacky nggak salah. Wanita itu manis sekali.
      Lalu dengan keisengannya Zacky pura-pura nggak sengaja menginjak kakinya. Benar saja wanita itu tampak meringis. Dengan tampang yang nggak laku kalau buat figuran sekalipun, Zacky berusaha senyum.
       "Eh sori,sori. Keinjek ya? Abis kedorong-dorong sih!"
        Si cewek itu masih aja meringis dan menatap ke bawah. "Ya, ya. Injek aja terus!"
     Zacky baru sadar kalau kakinya masih menginjak kakinya. Buru-buru ia menariknya. "Sori ya."
       "Hem."
       "Nama kamu siapa?"
       "Intan."
       "Aku Zacky."
        Udah bisa ketebak deh kalau si Zacky langsung pasang aksi nanya ini itu pada Intan. Sampai akhirnya, orang yang duduk di dekat Intan berdiri, Intan pun langsung duduk di kursi. Zacky masih berdiri.
       "Nitip ya!" Zacky nitipin kedua potnya yang mau dipakai untuk praktikum biologi pada Intan. Dengan mudahnya Intan menuruti. Tapi ya itu, yang membuat Zacky naik pitam, ada seorang lelaki yang duduk di sebelah Intan sedang mengajak ngobrol Intan. Lebih agresif pula. Alhasil, Zacky dicuekin. Zacky hanya bisa keki dan manyun.
         Ketika hampir sampai di tempat perhentiannya, Zacky pun langsung beringsut maju untuk turun. Ia masih kesal, makanya tidak pamitan sama Intan yang kayaknya lagi asyik ngerumpi sama lelaki di sebelahnya tadi. Zacky langsung aja menuruni bus dan berjalan cepat meninggalkan koridor busway sampai ia melupakan sesuatu.
         Begitu turun dari jembatan penyebrangan, tiba-tiba Zacky panik. "Pot bungaku!"
         Zacky hendak kembali naik ke jembatan penyeberangan karena mau nggak mau ia harus mengejar ke sekolah Intan. Kalau nggak, wah ... mesti beli bunga lagi....
        "Zacky...!" seru Intan sambil mengacung-acungkan pot bunga milik Zacky. Zacky tampak lega. Padahal mestinya Intan turun di tempat yang masih jauh dari tempatnya turun sekarang.
        "Nih, pot bunga kamu! Aku teriakin, kamu bablas aja."
        "Abis sebel, kamu malah keasyikan ngobrol sama cowok yang di sebelah kamu tadi."
        "Cemburu ya?" tanya Intan sambil senyum paten, manis sekali di mata Zacky.
        "Eh, siapa yang cemburu?!" tanya Zacky cepat.
        "Nggak usah ngeles. Minggu besok aku tungguin ya? Kita nyamain rupa."
        "Eh?"
        "Iya, kita ke bonbin. Kebon binatang, lihat monkey. Hehe. Bye Zacky...!" Intan pun berlari-lari kecil meninggalkan Zacky, menaiki tangga-tangga koridor busway....
        "Aku pasti dateng, Intaaan...!" seru Zacky kenceng banget sampai abang-abang ojek dan tukang gorengan pada noleh ke arah Zacky. Tapi, Zacky mah cuek dan udah ngeloyor pergi. Oh, cinta...! Untung tadi Zacky nekat maju demi cinta...! Kalau nggak, pasti dia nggak bisa pergi sama Intan.
*****

Credit by : THA

0 komentar :

Posting Komentar