Busway Kenangan
Suatu
pagi, antrean busway begitu penuh. Zacky berada di antara antrean itu.
Tangannya memegang kedua pot tanaman (maklum mau praktikum biologi). Di depannya
agak jauh terlihat sosok wanita berseragam SMA. Zacky penasaran dan ingin sekali
mencari tahu siapa sebenarnya wanita berambut panjang itu.
Setelah busway datang, berdesak-desakanlah Zacky di antara
orang-orang itu agar bisa masuk, mengikuti wanita berambut panjang itu lebih tepatnya. Dan, sampailah ia dekat dengan sasarannya. Ia bisa masuk dan berdiri nggak jauh dari wanita itu.
Zacky nggak salah. Wanita itu manis sekali.
Lalu dengan keisengannya Zacky pura-pura nggak sengaja menginjak kakinya. Benar saja wanita itu tampak meringis. Dengan tampang yang nggak laku kalau buat figuran
sekalipun, Zacky berusaha senyum.
"Eh sori,sori. Keinjek ya? Abis kedorong-dorong sih!"
Si cewek itu masih aja meringis dan menatap ke bawah. "Ya, ya. Injek aja
terus!"
Zacky baru sadar kalau kakinya masih menginjak kakinya. Buru-buru ia
menariknya. "Sori ya."
"Hem."
"Nama kamu siapa?"
"Intan."
"Aku Zacky."
Udah bisa ketebak deh kalau si Zacky langsung pasang aksi nanya ini itu pada
Intan. Sampai akhirnya, orang yang duduk di dekat Intan berdiri, Intan pun
langsung duduk di kursi. Zacky masih berdiri.
"Nitip ya!" Zacky nitipin kedua potnya yang mau dipakai untuk praktikum
biologi pada Intan. Dengan mudahnya Intan menuruti. Tapi ya itu, yang membuat Zacky naik pitam, ada seorang lelaki
yang duduk di sebelah Intan sedang mengajak ngobrol Intan. Lebih agresif
pula. Alhasil, Zacky dicuekin. Zacky hanya bisa keki dan manyun.
Ketika hampir sampai di tempat perhentiannya, Zacky pun langsung beringsut maju
untuk turun. Ia masih kesal, makanya tidak pamitan sama Intan yang kayaknya lagi
asyik ngerumpi sama lelaki di sebelahnya tadi. Zacky langsung aja menuruni bus dan berjalan
cepat meninggalkan koridor busway sampai ia melupakan sesuatu.
Begitu turun dari jembatan penyebrangan, tiba-tiba Zacky panik. "Pot bungaku!"
Zacky hendak kembali naik ke jembatan penyeberangan karena mau nggak mau ia
harus mengejar ke sekolah Intan. Kalau nggak, wah ... mesti beli bunga lagi....
"Zacky...!" seru Intan sambil mengacung-acungkan pot bunga milik
Zacky. Zacky tampak lega. Padahal mestinya Intan turun di tempat yang masih
jauh dari tempatnya turun sekarang.
"Nih, pot bunga kamu! Aku teriakin, kamu bablas aja."
"Abis sebel, kamu malah keasyikan ngobrol sama cowok yang di sebelah kamu tadi."
"Cemburu ya?" tanya Intan sambil senyum paten, manis sekali di mata
Zacky.
"Eh, siapa yang cemburu?!" tanya Zacky cepat.
"Nggak usah ngeles. Minggu besok aku tungguin ya? Kita nyamain rupa."
"Eh?"
"Iya, kita ke bonbin. Kebon binatang, lihat monkey. Hehe. Bye Zacky...!" Intan pun berlari-lari kecil meninggalkan Zacky, menaiki
tangga-tangga koridor busway....
"Aku pasti dateng, Intaaan...!" seru Zacky kenceng banget sampai
abang-abang ojek dan tukang gorengan pada noleh ke arah Zacky. Tapi, Zacky mah
cuek dan udah ngeloyor pergi. Oh, cinta...! Untung tadi Zacky nekat maju
demi cinta...! Kalau nggak, pasti dia nggak bisa pergi sama Intan.
Credit by : THA
*****
Credit by : THA


0 komentar :
Posting Komentar