Liburanku yang Suram

Senin, 01 Januari 2018

Liburanku yang Suram





Libur dua minggu setelah pengambilan raport adalah hari menyenangkan bagiku. Karena setelah berusaha keras untuk mendapatkan nilai yang memuaskan dengan belajar siang dan malam. Akhirnya aku bisa juga menenangkan pikiranku.
Hari pertama liburan ku gunakan untuk bersantai–santai terlebih dahulu.
“Tia tumben nggak jalan–jalan? Biasanya kalau lagi liburan pengennya jalan–jalan terus? Tumben” Tanya mamaku
“Enggak ah ma, lagi pengen dirumah dulu, nanti kalau ingin jalan–jalan septi juga akan jalan-jalan”. Jawabku.
Saat itu aku memang sedang tidak ingin jalan–jalan, karena aku sedang ingin bermalas–malasan dirumah terlebih dahulu.
Seminggu kemudian mamaku menawarkanku untuk menginap dirumah dirumah saudaraku.
“Tia, kamu mau menginap di rumah tante Hesti nggak? kamu disuruh temenin Ratna, besok tante Hesti sama suaminya akan pergi ke Bandung untuk urusan pekerjaan."
Dengan tidak berpikir panjang akupun menjawab.
“Iya deh ma, Tia mau" Jawab ku cepat
Ratna adalah anak satu – satunya tante Hesti yang umurnya hanya berbeda satu bulan denganku, jadi tidak heran kalau Ratna sangat disayang oleh tante Hesti.
“Ya sudah, kalau begitu, mama telfon tante kamu dulu biar besok dia jemput kamu sebelum dia berangkat ke Bandung” kata mama sambil mengeluarkan HP dari kantung celananya.
"Oke, ma!" jawabku.
Pagi – pagi sekali tante Hesti sudah berada dirumahku. Kamipun berangkat menuju rumah tanteku.
Aku mangikuti langkah tanteku menuju ke dalam rumahnya.
“Ini tempat tidur kamu, nanti kamu tidurnya sama Ratna ya?" tanya tanteku
“Iya tante, tante Ratnanya kemana?” tanyaku.
“oh iya, paling dia lagi main sama teman – temannya, Ti. Maafin ya anak tante emang suka begitu"
Tidak lama kemudian Ratna datang.
“Tia sudah lama ya datangnya? Maaf ya, tadi aku pergi dulu kerumah temen. Ada urusan yang enggak bisa ditunda lagi” ucap Ratna.
“Iya enggak apa-apa kok, tapi nanti kamu harus baik-baikin aku ya, kan ini pertama kalinya aku nginap di rumah kamu hehe” candaku.
Setelah tante Hesti barangkat ke Bandung, kami pun menggunakan waktu kami untuk berbincang-bincang. Mulai dari kegiatan kami di sekolah, hingga kami curhat masalah pribadi. Aku dan Ratna memang sering curhat satu sama lain.
Waktu menunjukkan pukul Sembilan malam. Ratna dengan tergesa-gesanya menuju ke arahku
"Tia, maaf lagi yah, aku mau pergi dulu. Ada urusan”
“Jam segini? Apa nggak terlalu malam?” tanyaku heran.
Tanpa sempat menjawab pertanyaanku, ia langsung pergi ke luar menghampiri motornya.
Aku ketiduran karena bosan menunggu Ratna yang tak pulang-pulang.
“Tok..tok..tok.., Tia bukain pintunya dong” teriak Ratna. Akupun terbangun. Aku memang mengunci pintunya, itu kebiasaanku jika sedang sendirian di rumah.
“iya sebentar dulu” jawabku dari dalam rumah sambil berusaha membuka pintu.
“Udah tidur?” tanyanya saat aku membuka pintu
“Iya tadi ketiduran, maaf ya, aku tadi ngunci pintunya”
“Iya, nggak apa-apa” jawab Ratna.
“Kalau masih ngantuk, tidur aja lagi, aku mau mandi dulu” sambungnya cepat.
“Baiklah” jawabku singkat.
Akupun melanjutkan tidurku. Namun, tidak lama kemudian, aku mendengar  suara bola.
“Duk..duk…duk…”
Aku terbangun dari tidurku. Kulihat Ratna sedang mendribble bola basketnya di dalam kamar.
“Eh kamu bangun, maaf ya jadi ganggu tidur kamu. Aku nggak bias tidur kalau nggak main basket dulu. Nggak apa-apa kan?” tanyanya.
“Iya, enggak apa-apa kok” Jawabku. Padahal dalam hati aku menggerutu, sebenarnya aku sedikit terganggu dengan suara bola itu.
Aku pikir setelah suara bola basket itu berhenti aku dapat tertidur dengan lelap. Namun, aku salah. Setelah Ratna bermain basket, ia memutar minicompo miliknya. Karena aku merasa terganggu dan tidak bisa tidur. Aku mematikan minicompo miliknya saat ia sudah tertidur. Mungkin, karena ia merasa tidak ada musik yang menemaninya saat ia tertidur. Ia pun terbangun
“Kok dimatiin sih?!” Teriak Ratna.
Ia pun langsung menyalakan kembali minicomponya kembali. Akupun mengalah dan kembali berusaha tidur. Pikirku, mungkin nanti musiknya akan berhenti jika sudah habis. Namun, aku salah, ternyata minicompo miliknya dapat memutar lagu semalaman dan bolak-balik secara otomatis tanpa berhenti. Aku kembali mengalah, ujung-ujungnya sudah pasti, aku tidak bisa tidur.
Keesokan harinya aku bangu pagi-pagi sekali, saat Ratna belum terbangun dari tidurnya untuk membereskan barang-barang milikku. Tak ada lagi barang yang tertinggal. Setelah benar-benar yakin, aku mematikan minicompo itu dengan geram. Dan memang benar, Ratna terbangun. Sekejap aku merasa lucu. Alangkah mudahnya membangunkan Ratna.
“Lho, kamu mau kemana?” Ratna melongo melihat tas milikku.
“Pulang ke rumah, tugasku sudah selesai. Aku pamit ya Rat”. Suara mobil mamaku sudah terdengar. Setelah aku pamitan. Aku pulang bersama mamaku menuju ke rumah.

 *****
Credit by : SW

0 komentar :

Posting Komentar