Berprestasi dan Berkarakter Impian Semua Mahasiswa
Menjadi seorang mahasiswa yang berprestasi
merupakan impian dan dambaan seluruh mahasiswa di Indonesia bahkan di seluruh
penjuru dunia, karena hal ini merupakan suatu anugerah terindah bagi seorang
mahasiswa yang sedang menimba ilmu di perguruan tinggi, baik itu program
diploma maupun program sarjana. Akan tetapi, untuk membangun Indonesia ke arah
yang lebih maju, bagi seorang mahasiswa tentunya tidak cukup hanya dengan
menggenggam sebongkah prestasi di tangannya namun juga harus menopang karakter
yang baik di pundaknya.
Seiring perubahan zaman, krisis karakter
kian merebak. Seolah kembali kepada zaman jahilliyah dulu, kini manusia di
Indonesia yang masih berkarakter baik dapat terhitung jumlahnya. Sejauh ini,
prestasi tidak lagi menjadi sorotan masyarakat jika tidak diimbangi dengan
karakter yang baik. Sebagai contoh, banyak sekali pejabat negara yang kini
menyandang banyak gelar berderet di depan atau belakang namanya dengan teganya
merauk keuntungan dengan melakukan tindak korupsi. Wujud pengkhianatan terhadap
bangsa dan negara seperti itulah sering membuat masyarakat khawatir akan dibawa
kemana nasib negeri ini kedepannya dan mereka juga berprasangka bahwa orang
berprestasi seperti itu tidak menjadi jaminan orang tersebut mampu merubah
dunia menjadi lebih baik, Romo (n.d.) mempertegas dengan penuturannya bahwa “masa
depanmu adalah tanggung jawabmu sendiri, bukan tanggung jawab siapa-siapa”.
Bercermin kepada kondisi bangsa Indonsia yang sangat memprihatinkan tersebut
telah menjadi bukti bahwa pendidikan di negara ini masih banyak yang keliru dan
perlu diperbaiki.
Di hidup ini nyatanya, pendidikan bangsa harus segera
diselamatkan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan yang
terbaru adalah lingkungan media. Terkadang mayarakat saat ini tak sadar akan
hilangnya karakter asli mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Diperlukan
kemampuan dan kemauan untuk terus mempertahankan karakter bangsa agar dapat
membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter (Suyoso, 2012).
Seseorang yang berprestasi belum tentu
berkarakter. Akan tetapi, seseorang yang berkarakter sudah pasti berprestasi. Menurut
Waidi (2007), seseorang yang berkarakter adalah yang mampu menghadapi segala
risiko hidup. Apa pun risikonya dan dimana pun tempatnya berkarya, bila ia
berkarakter, ia akan tetap eksis dan bahkan berprestasi. Meraih prestasi
bukanlah suatu hal yang mudah bagi orang-orang yang suka menyerah, namun meraih
prestasi juga bukan suatu hal yang sulit dilakukan bagi orang-orang yang ingin
sukses, yang masih ingin bangkit dari kegagalan, dan yang selalu bekerja keras untuk
meraih kesuksesan itu.
Menjadi seorang mahasiswa yang berprestasi,
pastinya tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya tantangan-tantangan harus
dihadapi, seperti layaknya ketika duduk di bangku sekolah, jika ingin naik
kelas maka harus mengikuti ujian terlebih dahulu. Jika ingin sukses maka harus
menghadapi tantangan yang sulit terlebih dahulu. Perlu di garis bawahi, ruang
lingkup prestasi tidak hanya bertumpu pada akademik dari mahasiswa tersebut, akan
tetapi juga dapat bertumpu kepada sistem non-akademik. Karena kecerdasan tiap-tiap
manusia berbeda, maka tiap bidangnya mahasiswa memiliki peluang menggunakan passion-nya untuk berkarya dan mencetak
prestasi yang baru. Terutama bagi para mahasiswa baru yang masih dalam tahap
awal menjalani masa perkuliahan, segera tersadar bahwa ternyata perjalanan
menuju kesuksesan masih amat panjang. Tergantung bagaimana mahasiswa
menyikapinya, jika memiliki ambisi dan jiwa optimis yang tinggi, jalan menuju
kesuksesan meraih prestasi pun seperti berjarak 5 cm di depan mata.
Salah satu tantangan yang juga merupakan
hambatan dalam meraih prestasi ada kalanya dipengaruhi oleh teman sebaya.
Sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi tentunya, terkadang dengan pergaulannya
yang lebih sering berkumpul dengan teman, kemungkinan besar mahasiswa tersebut
akan tertular dengan kelakuannya. Menjadi hambatan jika kelakuan teman tersebut
justru membuat kegagalan. Oleh karena itu mahasiswa juga dituntut untuk boleh
berteman dengan siapa saja, namun tetap memperhatikan dan menyaring siapa yang
baik untuknya dan siapa juga yang buruk untuknya. (Khoo, 2011)
Beberapa trik menciptakan karakter dan
prestasi mahasiswa dalam waktu yang bersamaan salah satunya yaitu dengan cara
membuat target yang jelas, dan niatkan diri bahwa kuliah tidak hanya ilmu yang
akan dikejar, namun juga harus mencari wawasan dan keterampilan. Kemudian
optimalkan segala potensi yang kita miliki untuk selalu belajar dan berkarya.
Membuat rencana kesuksesan akademik juga perlu, dengan begitu mahasiswa lebih
terarah dan lebih mampu memanajemen kegiatan, tempat, dan waktu dengan baik. Perbanyak
membaca dan berlatih, serta memiliki banyak orang-orang hebat disekelilingnya
sebagai motivasi eksternal penunjang prestasi kedepannya. Menjadi aktif
bertanya dan antusias dalam mata kuliah, sehingga dosen akan mengenal mahasiswa
tersebut dan mengetahui potensi mahasiswa bahwa selain mahasiswa memiliki
prestasi, mahasiswa juga memiliki karakter. (Um Metro, 2014)
Berbagai
bentuk gerakan yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada masa sekarang juga
harus dikembalikan pada hakikat sesungguhnya yang mana ketika mahasiswa
melakukan satu movement maka gerakan
harus bersifat ideologis. Namun terlepas dari ideologis, mahasiswa juga perlu
menanamkan moral yang baik sebagaimana karakter yang diinginkan masyarakat
kepada mahasiswa. Jika sudah seperti itu, maka prestasi mahasiswa yang
berkarakter akan lebih mudah terbentuk, dan menjadi panutan juga nantinya bagi
mahasiswa-mahasiswa lainnya (Hati, 2010)
Jadi, sudah saatnya mahasiswa sekarang ini
disadarkan akan berbagai peran dan fungsinya sebagai mahasiswa. Salah satu yang
harus dipahami bahwa mahasiswa berperan sebagai pusat dinamisasi gerakan suatu
negara. Maka akan sangat diharapkan mahasiswa dapat memberi perubahan yang
signifikan paling tidak pada lingkungan kampus dan sekitarnya.
Daftar Pustaka
Adam Khoo & Gary Lee. (2011). Secrets of Successful Teens: Teman Bisa Membantumu atau Merusakmu.
Jakarta: PT .Gramedia
Dewa R. (n.d.). Super Student: Menjadi Generasi Muda yang Cerdas, Bijaksana, &
Kaya-Raya. Jakarta: Visi Media. Hal. 1
MI-UMMETRO. (2014). Trik yang Terbukti Ampuh Menjadi Seorang Mahasiswa Berprestasi. Jakarta:
UM-Metro
One Y. (2012). Menjadi Mahasiswa Berprestasi dan Berkarakter. Surabaya: LUG STIKOM
Waidi (2007). Self Empowerment by NLP: Kiat Mutakhir Keluar dari Perangkap Pembodohan
Diri Menuju Pembelajaran Sejati. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Hal.
13

0 komentar :
Posting Komentar