Hai

Jumat, 29 Desember 2017

Hai


Hai,
kamu yang pernah hadir di hidupku,
Aku tahu,
Aku tak semenarik dirinya.
Namun, apa ku salah jika aku mengagumimu?

Hai,
kamu yang pernah menyapa hariku,
Apa kamu sadar,
Perlakuan manismu selalu membuatku jatuh
Jatuh ke lubang asmara yang pahit bagiku

Melihat wajahmu dari jauh saja
Aku merasa tenang
Bagaimana jika aku,
Mendengar suaramu di balik telfon genggam ini
Rasa rinduku pasti hilang

Hai,
Kamu aktor terbaikku
Tidak pernah bisa kuartikan gerak gerikmu
Sesuka itu kamu bermain manis di belakangku

Entah kekecewaan apa lagi yang menyergapku
Aku hanya bisa terpaku menatap rintikkan hujan di malam minggu

Mungkin mudah bagimu berlabuh di manapun yang kau mau
Tapi tidak bagiku,
Berlayar tidak sebercanda itu

Mungkin mudah bagimu melampiaskan gundahmu kemanapun yang kau mau
Tapi tidak bagiku,
Semua itu harus ada batasnya

Hai,
Kamu yang pernah mengukir senyum diwajahku
Hai,
Kamu yang pernah menghias luka di hatiku
Cukup aku saja yang menerima semua itu
Karena aku tak ingin, semakin banyak ikan yang tertangkap dan terlukai
Setelah kau tebar pancing itu kemanapun yang kau mau.

0 komentar :

Posting Komentar